18 Juli 2020

PERSALINAN PREMATUR (PERSALINAN KURANG BULAN)

Persalinan premature adalah suatu kelahiran bayi dimana terjadinya pada umur kehamilan kurang dari 37 minggu. Menurut para ahli kedokteran kasus ini merupakan kejadian yang lumayan banyak. Di USA sendiri mencapai 10% kasus, sedangkan di Indonesia kemungkinan sekitar 20% kasus. Pada ibu hamil yang sudah pernah melahirkan bayi premature maka ada kemungkinan nantinya bakalan melahirkan premature lagi. Yaaa kira-kira 30-40 % kemungkinannya bakalan lahir premature lagi pada kehamilan berikutnya. Tapi jangan takut dan galau karena dunia kedokteran anak-anak semakin maju. Di Jepang saja, berkat adanya doraemon, sekarang mampu merawat bayi yang lahir pada usia kehamilan 24 minggu terutama akibat ibu-ibu hamil yang terkena darah tinggi. Tapi Indonesia belum mampu gaes. Sebab teknologinya belum secanggih itu dan pula biayanya luarrrr biasa mahal, kemungkinan gak bakalan dicover juga kalo pake BPJS ha ha ha ha karena super mahal. 

PENYEBAB PERSALINAN PREMATURE

Sebetulnya sulit menentukan penyebab persalinan premature, tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan atau beresiko menimbulkan persalinan premature, yaitu antara lain:
1. Status social ekonomi rendah. Pada wanita hamil dengan kondisi asupan gizi yang kurang baik maka sangat rentan terjadi persalinan kurang bulan bahkan tak jarang yang mengalami keguguran pada saat hamil muda. Kita juga mengetahui bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang kurang beruntung sehingga kurang mendapatkan pendidikan ketika masih di usia sekolah. Ya katakanlah karena ekonominya lemah sehingga tak bisa sekolah atau tak bisa meningkatkan pendidikannya ke taraf yang lebih baik.
2. Pengaruh umur pada saat hamil. Pada wanita hamil dengan usia sangat muda yaitu kurang dari 18 tahun atau usia yang lebih tua yaitu lebih dari 35 tahun ketika hamil maka resiko terjadinya kelahiran premature pada kehamilannya juga meningkat. 
3. Riwayat pernah melahirkan premature pada kehamilan sebelumnya.
4. Suami atau isteri merokok.
5. Penyalahgunaan obat-obatan NARKOBA.
6. Infeksi pada kehamilan. Saya lumayan sering melihat ibu-ibu hamil yang mengalami keguguran atau pecah ketuban sebelum hamil tua atau persalinan kurang bulan hanya gara-gara suka nahan-nahan pipis dan akibatnya terkena infeksi saluran kencing.
7. Penyakit sistemik ibu hamil. Penyakit ini adalah penyakit yang lumayan berat diantaranya adalah darah tinggi, asthma (mengi/ bengek), paru-paru, jantung, ginjal, liver, dll. Bahkan bisa juga disebabkan oleh kondisi anemia yaitu kurang kadar darah Hb. Sebaiknya sedapat mungkin ibu hamil menjaga kadar Hb darahnya di sekitar 10g% dengan cara semangat makan makanan bergizi, minum vitamin hamil, hidup bahagia (baca: nonton Lee Min Ho alias drama korea), olah raga ringan, dll. Perlu diingat bahwa yang bisa mempersiapkan dan menjalani kehamilan/ persalinan dengan baik hanyalah sang ibu hamil sendiri, bukan dokter kandungan. Dokter kandungan hanya bisa nyuruh, advis, dan saran. Yang berjuang hanyalah ibu hamil dan keluarganya. Jadi hasil kehamilan dan persalinan yang baik sepenuhnya tergantung dari upaya ibu hamil menjaga kehamilannya dan mempersiapkan persalinannya.
8. Perdarahan antepartum. Hal ini biasanya disebabkan oleh factor adanya placenta previa sehingga terpaksa ibu hamil harus lahiran sebelum cukup bulan demi menyelamatkan nyawa ibu hamil (terutama) dan bila memungkinkan juga menyelamatkan janinnya.
9. Operasi pembedahan semasa kehamilan. Terutama pada operasi daerah dalam perut memang dapat menyebabkan timbulnya kontraksi Rahim sehingga dapat timbul keguguran, persalinan premature atau pecah ketuban. 
10. Hamil tetapi ada KB IUD atau KB spiral dalam Rahim. Untuk ini nanti kita bikin topic tersendiri ya. Kalo ada waktu ntar kita bikin postingan. Prok prok prok ada kelincinya. Ha ha ha ha.
11. Ada juga yang mengalami kelemahan mulut Rahim. Ini memang hampir pasti bakalan lahir premature terutama pada kehamilan 5 bulan ke atas. Harus segera konsultasi dan cerita ke dokter kandungan sejak awal kehamilan (test pack positif). 

BAGAIMANA TANDA-TANDA YANG HARUS DIWASPADAI ?

Bila selama hamil terdapat tanda-tanda berikut maka sebaiknya ibu hamil segera control ke dokter kandungan:
1. Ada perdarahan yang keluar.
2. Ada mules-mules, bisa sedikit-sedikit atau bisa juga kuat.
3. Keluar cairan ketuban. Kadang-kadang tidak byor byor byor keluarnya, sering juga rembes.
4. Bila ada keputihan, terutama gatal dan bau.
5. Bila ada beser, bolak balik pipis. 
Nanti saat ke dokter kandungan atau ke bidan juga boleh maka biasanya bidan akan periksa apakah ada pembukaan leher Rahim atau belum, ada penipisan atau belum, ada perubahan arah mulut Rahim atau belum, dll. 

CARA MENCEGAHNYA ?

Sebetulnya cara mencegahnya tak sulit. Hanya butuh semangat dan kemauan dari para ibu hamil. Diantaranya sebagai berikut:
1. Istirahat, jangan mau jadi inem di rumah. 
2. Rajin senam hamil atau paling tidak olah raga jalan kaki pagi hari selama 30 menit 2-3x seminggu.
3. Jangan stress.
4. Jangan nahan-nahan pipis.
5. Jaga kebersihan organ kelamin.
6. Jangan suka pake pewangi atau pembersih vagina.
7. Bila kehamilan sudah pernah berdarah dan telah diadviskan oleh dokter kandungan supaya gak hubungan sex maka ya jangan hubungan sex. Tapi para suami juga gak boleh jadi alasan untuk tergoda pelakor. Ha ha ha. Pelakor memang bikin cemas dan stress para ibu-ibu masa kini. 
8. Bila ada keluhan selama hamil maka segera periksa walopun belum waktunya control kehamilan.

12 Juli 2020

KEHAMILAN EKTOPIK (BAGIAN 2 TAMAT)


KENAPA SIH KOK BISA TERJADI KEHAMILAN EKTOPIK ? 

Banyak teorinya tetapi ada satu hal yang perlu ditekankan disini yaitu nasib dan takdir. Looo kok bisa ? ya iyalah karena siapa yang bisa menyangka bahwa hasil pembuahan sperma dan sel telur malah nongkrong disitu ? artinya manusia gak bisa milih. Secara teori kedokteran sebetulnya tidak jelas kenapa bisa terjadi hamil ektopik, tetapi ada beberapa hal yang dapat menyebabkan peningkatan terjadinya kehamilan ektopik yaitu:
  1. Infeksi kelamin yang menyebabkan kerusakan daerah organ genetalia interna wanita terutama saluran tuba.
  2. Pemakaian kontrasepsi KB spiral/ IUD
  3. Pernah operasi daerah saluran telur/ tuba.
  4. Pernah operasi KB steril, tetapi ini sangat sangat sangat jarang. Tetapi bisa terjadi kalo sterilannya nyambung lagi. Jadi ketika KB steril itu, saluran tuba itu di jepit lalu diikat dan dipotong. Ada teknik yg dijepit/ diikat dengan silicon yaitu ketika operasinya menggunakan laparoskopi. Jadi ada banyak macam cara untuk KB steril. Ujungnya sama aja yaitu akan terjadi putusnya saluran tuba, baik secara alamiah akibat jepitan/ ikatan maupun akibat dipotong. Nah, kalo ternyata setelah bberapa bulan atau tahun nyambung lagi atas kuasa Tuhan YME maka si wanita bisa hamil dengan resiko bisa hamil dilluar kandungan, tetapi bisa juga terjadi hamilnya normal-normal saja di dalam Rahim.
  5. Perlekatan daerah tuba akibat penyakit di dalam perut misalnya usus buntu pecah, endometriosis, dll.
  6. Perlekatan daerah sekitar tuba akibat operasi wilayah dalam perut.
  7. Trauma organ genetalia interna wanita akibat perutnya suka dipijat-pijat dengan dalih peranakan diperbaiki atau dinaikkan.
  8. Pernah hamil diluar kandungan/ hamil ektopik.
  9. Keguguran yang menimbulkan infeksi Rahim.
  10. Tumor kandungan misalnya kista endometriosis, adenomyosis, myoma uteri, dll.

BAGAIMANA CARA MENGETAHUI ADANYA KEHAMILAN EKTOPIK ?

Di era modern saat ini, dokter kandungan akan lebih mudah mencurigai adanya kehamilan ektopik diantaranya adalah dengan melakukan pemeriksaan USG. Tetapi perlu diingat bahwa pemeriksaan saluran tuba adalah hal yang super sulit bila dilakukan dengan alat USG sehingga dokter kandungan akan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya sebelum menyimpulkan suatu kecurigaan adanya kehamilan ektopik. Mesti menggabungkan antara keluhan pasien dan hasil USG. Bila di dalam Rahim tidak ditemukan buah kehamilan maka dokter kandungan akan menduga jangan-jangan memang sedang terjadi proses kehamilan di luar kandungan. Sehingga pasien mesti diberikan informasi apa-apa yang harus diwaspadai dan tanda-tanda yang perlu diketahui terkait kehamilan di luar kandungan. Pasien akan disuruh control lebih cepat untuk mengevaluasi kondisi kehamilannya, apakah berkembang di luar Rahim ataukah di dalam Rahim. 

Bila pasien mampu secara ekonomi maka dokter kandungan akan menawarkan pemeriksaan hormonal beta HCG bila di pandang perlu terutama pada kasus kehamilan ektopik yang sulit dideteksi. Karena banyak sekali kasus kehamilan ektopik yang memang sulit ditegakkan diagnosisnya. Kadang2 pemeriksaan hormonal menunjukkan bukan kehamilan ektopik, sedang USG menunjukkan gambaran kemungkinan ada kehamilan ektopik. Maka perlu waktu dan perlu evaluasi lanjutan terhadap kasus tersebut. Bahwa pasien akan diminta utk test hormone beta HCG lagi dalm 48 jam ke depan. 
Pemeriksaan atau tindakan kedokteran yang memastikan adanya kehamilan ektopik adalah dengan jalan operasi. Bisa operasi laparotomy atau laparoskopi. 

BAGAIMANA CARA PENATALAKSAAN BILA TERJADI KEHAMILAN EKTOPIK ?

Kebanyakan kehamilan ektopik itu terjadi dalam kondisi pasien sudah merasakan rasa sakit hebat, adanya perdarahan dalam perut, bahkan syok akibat perdarahan. Seringkali kehamilan ekopik bahkan 90% membutuhkan tatalaksana operasi darurat untuk mengatasi perdarahan dalam perut. Pada kasus yang jinak maka mungkin saja dilakukan tanpa operasi tetapi ini sangat jarang. Kriteria kehamilan ektopik boleh tidak dioperasi antara lain harus ada 4 syarat sebagai berikut:
  1. Kadar beta HCG menurun, ini artinya pasien harus mau dicek beta HCG serial. Mungkin dalam 1 minggu bisa 1-2x cek kadar beta HCG sampai di dapatkan kadar yang benar2 menurun. Siapin duit ya karena ini super mahal.
  2. Kehamilan ektopik ada di saluran tuba.
  3. Tidak ada gambaran cairan bebas di dalam perut. Cairan bebas di sini adalah perdarahan dalam perut. Dan pasien tidak boleh ada keluhan nyeri sama sekali.
  4. Ukuran kehamilan ektopik tidak melebihi 3 cm dan tidak ada gambaran detak jantung janin.
Tetapi menurut pengalaman saya, nyaris tak ada yang tak operasi karena memang resikonya terlalu besar bila datang sudah perdarahan dalam perut tetapi keluarga menolak operasi. Kehamilan ektopik itu ancamannya nyawa. 

Sekian. Nantikan posting-posting yang lain.

PERSALINAN PREMATUR (PERSALINAN KURANG BULAN)

Persalinan premature adalah suatu kelahiran bayi dimana terjadinya pada umur kehamilan kurang dari 37 minggu. Menurut para ahli kedokteran k...